| |
• My Article
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
[10]
[11]
[12]
[13]
[14]
[15]
[16]
[17]
[18]
[19]
Category: by Sudiro Sumbodo AWAN & KLASIFIKASINYA
AWAN & KLASIFIKASINYA
Bentuknya yang mirip kapas dan unik beraneka ragam merupakan pemandangan indah di angkasa saat langit cerah. Tapi bagi para pilot, awan bisa menimbulkan ancaman bagi penerbangan bila tidak hati-hati dalam mengidentifikasinya.
Menurut definisi, awan adalah kumpulan uap air di langit yang berasal dari penguapan bisa dari laut, danau, ataupun sungai. Kumpulan uap air ini pula yang dapat menyebabkan hujan. Sementara awan yang letaknya sangat tinggi, menyebabkan uap air menjadi beku dan jatuh ke bumi sebagai salju.
Secara internasional, awan diklasifikasikan berdasarkan penemuan ahli meterologi Inggris, Luke Howard pada tahun 1803, yaitu kelompok awan :
- Stratus
- Cumulus
- Cirrus
Disamping tiga itu, Howard juga menambahkan awan Nimbus, yang sering disebut awan hujan. Kelompok awan Nimbus termasuk didalamnya awan Nimbusstratus dan Comulonimbus.

Awan dapat pula digolongkan pada letaknya, yaitu :
- Awan rendah, yang terletak dari permukaan laut sampai ketinggian dua kilometer (7,000 kaki). Kabut termasuk dalam kelompok ini.
- Awan medium, terletak diantara 2 km sampai 6 km (20,000 kaki).
- Awan tinggi, terletak diatas 6 km lebih. Karena pada ketinggian itu suhu mencapai -24 derajat Celsius, partikel uap air dalam awan menjadi beku dan ini adalah awan yang dapat menyebabkan hujan es/salju.
Awan-awan itu memiliki berbagai macam bentuk khas dan sifatnya sendiri-sendiri. Dalam golongan awan rendah ada yang bernama Comulonimbus yang diberi kode Internasional penerbangan Cb. Sifatnya adalah berada di ketinggian rendah, gumpalan sangat besar, dan umumnya berwarna gelap. Cb sangat berbahaya karena mengandung arus listrik dan disertai golakan udara yang dahsyat. Para pilot sangat menghindari karena fatal akibatnya bila pesawat terbang masuk ke dalam awan Cb.
Selain itu dalam golongan awan rendah ada yang bernama Cumulus (Cu), Stratus (St), dan Stratocumulus (Sc). Cu umumnya terlihat sebagai tumpukan kapuk di angkasa. Jumlahnya tidak tetap, kadang tebal, tapi lebih sering kecil dan tipis. Sedang St letaknya lebih tinggi dari Cu warnanya agak kecoklatan dan cenderung tipis. Sc yang paling tinggi berbentuk ombak dan kadang dalam bentuk kecil-kecil.
Ada tiga jenis yang termasuk awan medium yaitu Nimbostratus (Ns), Altostratus (As), dan Altocumulus (Ac). Ns adalah awan tebal dengan warna gelap dan seringkali mengandung air hujan atau salju. Diatasnya adalah awan As yang berbentuk tidak stabil, kadang tebal gelap, kadang tipis cerah. Sementara Ac berwarna kecoklatan dan cenderung tipis karena kecendrungan awan, makin tinggi maka makin tipis.
Tiga jenis awan tinggi, yaitu Cirrostratus(Cs), Cirrocumulus (Cc), dan awan paling tinggi dari semua awan yaitu awan Cirrus (Cs). Berbentuk tipis, putih, dan mengandung partikel es. Partikel inilah yang menyebabkan efek optik bila terkena sinar matahari. (Sudiro Sumbodo, Jakarta, 2007)
Sumber Pustaka :
Angkasa, Majalah Bulanan,"Awan", No.10 Juli 1992
Category: by Sudiro Sumbodo MENGENAL BENTUK RUNWAY
MENGENAL BENTUK RUNWAY
Runway atau yang lebih sering disebut landasan pacu merupakan jalan yang diperuntukan untuk take off dan landing pesawat terbang.
Umumnya arah / orientasi runway disesuaikan dengan arah angin yang bertiup sepanjang tahun didaerah bandar udara tersebut.
Alasannya adalah agar pesawat terbang sewaktu take off maupun landing tidak terganggu akan kehadiran angin yang bertiup menyilang atau crosswind.
Selain itu, tekanan atmosfir, temperatur, dan kelembaban udara yang dihitung berdasarkan pengukuran sea-level, memang tidak secara langsung berpengaruh pada orientasi tapi ketiganya mempengaruhi panjang runway.
Dimana dengan kepadatan udara yang rendah dapat mengakibatkan jarak take off semakin panjang.
Kelembaban udara juga mempengaruhi panjang runway, terutama untuk pesawat bermesin piston karena berpengaruh terhadap daya dorongnya yang cenderung tidak maksimal saat kelembaban udara tinggi. Sementara untuk pesawat bermesin jet bisa diabaikan.

Pada gambar(a) menunjukan bentuk runway tunggal. Runway ini jelas kurang memadai karena crosswind akan mengakibatkan runway tidak dapat digunakan selama sebagian besar waktu yang tersedia.
Ini disebabkan karena kebutuhan untuk take off dan landing akan jauh melampaui kemampuan yang dapat ditampung oleh runway tunggal tersebut. Oleh karena itu dibuat satu runway lagi secara sejajar entah secara offset paralel runway (b) maupun open paralel runway (c) agar dapat memadai untuk operasional bandar udara.

Selain itu bentuk runway yang tidak saling memotong atau non-intersecting divergent runway (d) juga merupakan bentuk ideal.
Sedangkan bentuk runway yang saling memotong atau intersecting runway (e), kurang memadai dari segi operasional penerbangan karena ada kemungkinan tabrakan, walaupun diakui dengan bentuk ini mampu menampung lebih banyak pergerakan take off dan landing tanpa perlu menambah luas areal bandar udara.
Untuk pembangunan runway perlu diperhatikan rintangan disekitarnya, baik yang alamiah seperti gunung atau pohon maupun yang buatan manusia seperti gedung bertingkat. Bahkan setelah bandar udara dibangun maka perlu dijaga agar tidak ada rintangan baru terutama pada perpanjangan jalur take off dan landing.(Sudiro Sumbodo, Jakarta, 2007)
Sumber Pustaka :
Moegandi, Achmad, Mengenal Dunia Penerbangan Sipil, Pustaka Sinar Harapan, 1996
Category: by Sudiro Sumbodo FUNFLY JOKES
FUNFLY JOKES
Seorang fotografer mendapat tugas dari editornya untuk
mengambil gambar kebakaran hutan yang sedang terjadi
di Kalimantan.
Si fotografer segera berangkat ke lapangan terbang
Pondok Cabe mencari pesawat ringan Cessna yang disewa
kantornya. Dia pun segera naik ke sebuah
pesawat yang mesinnya sedang hidup.
"Woi, Mas! Buruan berangkat! Kita udah telat, nih!"
teriak si fotografer pada seorang laki-laki yang duduk
di kursi pilot.
"Ya....iya...sabar, Pak," kata laki-laki itu gugup.
Pesawat ringan itu kemudian mengudara dengan susah
payah. sesampainya di atas wilayah udara Kalimantan,
cuaca mendadak buruk dan penuh asap.
"Mas, turunin pesawatnya sedikit, bikin manuver, aku
mau ngambil gambar nih!" kata si fotografer.
"A...apa, Pak? Ngambil gambar??" tanya si lelaki.
"Iya. Aku ini fotografer udara!"
"Apa??? Fotografer??? Jadi Bapak bukan instruktur terbang yang mau ngajarin
saya cara mendarat!!??"
----
Seorang astronot berkata kepada astronot lainnya, "Bung, kita sudah melewati segala rintangan: melewati atmosfir bumi, hantaman meteor, bahkan sampai mengalami kerusakan roket dan kekurangan oksigen. Dan untuk segala pengorbanan itu, akan aku tancapkan bendera kita di planet Mars ini sebagai lambang kehebatan negara kita. Berikan bendera itu kepadaku !"
"Aku ? Lho bukannya kamu yang membawa bendera itu ??"
----
Seorang kaya raya ingin terbang ke daerah hutan lebat untuk berburu. Untuk itu ia menyewa pilot dan pesawatnya sekaligus dari sebuah aeroklub lokal. "Bisakah kau menerbangkan ke daerah ini,"kata sang pemburu kaya sambil menunjuk ke peta,"Kata temanku engkau pilot hebat karena bisa mendaratkan pesawat di daerah sempit sekalipun."
"Memang benar," kata si pilot, "Aku bisa mendaratkan pesawat dimana pilot lain tidak bisa, Tetapi aku terpaksa menolak permintaanmu karena aku yakin tidak ada lapangan kecil di wilayah itu."
"Ah, tetapi beberapa hari yang lalu, pilot pribadiku pernah berhasil mendarat disitu, kok, " kata sang pemburu. "Engkau pasti bisa melakukannya sama seperti pilotku."
"Anda yakin."
"Tentu saja, sumpah."
Karena merasa disaingi oleh orang lain, pilot menyanggupi dan terbanglah mereka berdua ke tengah hutan lebat. Sampai disana si pemburu menunjuk sebuah tempat kecil agak menanjak dengan sedikit pepohonan di tengah hutan. Pilot kembali ragu-ragu karena luasnya tidak cukup untuk mendarat. Tetapi lagi-lagi si pemburu meyakinkannya, " Kau bisa melakukannya sama seperti pilotku".
Karena itulah pilot mencoba mendarat tetapi nahas sayap menyangkut di pepohonan dan menyebabkan pesawat tergelincir dan terbalik.
Setelah mereka berdua keluar dengan selamat, si pemburu tersenyum dan berkata,"Ya, kau telah melakukannya sama persis apa yang dilakukan pilotku dahulu !"
|
|
|
|